Penulis: Christopher Rahardja| Editor: Ratna MU Harahap

BELLE1

Pembunuh berantai biasanya selalu dikaitkan dengan gender laki-laki, namun ternyata ada juga wanita yang menjadi sosok jahat dalam tindakan kriminal. Di antara pembunuh berantai dari kaum wanita adalah Belle Gunness, salah satu pembunuh berantai terbesar sepanjang sejarah Amerika, dengan ada sekitar 50 korban yang dikaitkan dengannya.

Dia lahir di desa kecil Innbygda, Norwegia pada 11 November 1859 dan diberi nama Brynhild Paulsdatter Storset. Ayahnya bernama Paul Pedersen Storset, seorang pekerja konstruksi dan ibunya adalah Berit Olsdatter. Brynhild adalah anak bungsu dari delapan bersaudara dan sedikit yang diketahui tentang masa kecilnya.

BELLE2

Pada tahun 1877,ketika sedang hamil,seorang pria menyerang dan menendang perutnya dalam sebuah pesta. Akibatnya ia kehilangan anaknya. Nahasnya, si pria penyerangnya tidak pernah diadili karena dia adalah bagian dari keluarga kaya. Kejadian memilukan ini menyebabkan kepribadiannya berubah total.

Tak lama setelah kejadian ini,pria yang melakukan penyerangan itu meninggal akibat penyakit kanker perut. Brynhild memutuskan untuk pindah dan setelah bekerja keras selama tiga tahun akhirnya ia bisa mengumpulkan cukup uang untuk berlayar ke Amerika.

Dia tiba di Chicago pada tahun 1881, mengubah namanya menjadi Belle Gunness dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada tahun 1884 dia menikah dengan suami pertamanya, Mads Sorenson dan bersama-sama mendirikan toko permen. Namun, bisnis itu tidak berjalan dengan baik,bahkan beberapa bulan kemudian toko permen mereka terbakar oleh sebab yang misterius.

BELLE3

Untungnya mereka bisa mengklaim uang asuransi, yang mereka gunakan untuk membeli rumah baru di Texas. Namun, rumah ini juga terbakar dengan cara yang aneh pada tahun 1889. Dengan uang ganti rugi kedua yang mereka terima, mereka kemudian membeli rumah lagi dan pindah kesana bersama keempat anak mereka, Caroline, Axel, Myrtle dan Lucy. Dua anak yang pertama meninggal ketika mereka masih sangat kecil diduga karena kolitis, penyakit yang gejalanya mirip dengan keracunan. Mereka berdua memiliki asuransi jiwa, dengan Belle sebagai orang tua yang menerima uang kompensasi.

Pada tahun 1900 suaminya juga meninggal dunia. Dokter yang memeriksanya menduga bahwa dia meninggal karena keracunan strychnine, tetapi karena almarhum menderita masalah jantung, maka diputuskan bahwa dia meninggal karena gagal jantung dan tidak ada otopsi yang dilakukan padanya. Kali ini uang asuransi yang diterima oleh Belle bahkan lebih tinggi dan dengan itu dia bisa membeli sebuah peternakan di Indiana.

BELLE4

Belle menikah lagi pada tahun 1902 dengan Peter Gunness, yang juga seorang imigran Norwegia dengan dua orang anak perempuan dari hubungan sebelumnya. Salah satu anak perempuan tersebut meninggal secara misterius hanya selang satu minggu setelah pernikahan mereka dan enam bulan kemudian Peter sendiri juga meninggal. Menurut Belle, Peter yang waktu itu sedang bekerja di gudang, sebuah mesin penggiling jatuh dari atas rak dan menimpa kepalanya, membunuhnya seketika.

Para tetangga mulai curiga dengan Belle, ketika Jennie, salah satu putri Peter, mengaku kepada teman sekelasnya bahwa Belle telah membunuh ayah dan saudaranya. Belle akhirnya dituntut ke pengadilan. Namun, di hadapan hakim, Jennie kecil membantah telah mengatakan cerita tersebut, sehingga akhirnya Belle dibebaskan. Jennie kemudian tidak pernah terlihat lagi. Menurut Belle, dia mengirimnya Jennie ke sekolah asrama, tetapi kemudian diketahui bahwa Jennie dibunuh dan dikuburkan di peternakan.

BELLE5

Pada tahun 1906, Belle menyewa Ray Lamphere, seorang pekerja konstruksi, untuk membantunya di peternakan, dan segera setelah itu mereka menjadi sepasang kekasih. Namun, di saat yang sama Belle menerbitkan iklan di surat kabar, mencari pelamar kaya yang mungkin tertarik untuk menikahinya, dan membayar hipotek peternakannya. Selama dua tahun, serangkaian pelamar datang ke rumahnya, membawa seluruh harta mereka dan kemudian menghilang tanpa jejak.

Salah satunya adalah George Anderson, yang pertama kali datang ke peternakan tanpa uang, tetapi berjanji untuk membayar hutangnya jika Belle menikah dengannya. Belle menjadi tuan rumah yang sangat baik untuk George, menawarkan dia kamar terbesar dan paling nyaman di peternakan, serta menghidangkan makan malam yang sangat lezat. Namun, George melihat sesuatu yang aneh dalam pribadi Belle. Pada suatu malam dia bangun dan melihat Belle berada di depannya sedang memegang lilin, dengan ekspresi wajah yang sangat menyeramkan. George tidak ragu-ragu lagi untuk segera pergi dari sana dan di tengah malam itu dia langsung naik kereta untuk pulang.

BELLE6

Para pelamar terus berdatangan ke peternakan, selain George Anderson, tak ada satu pun dari mereka yang pernah terlihat lagi. Sementara itu, Belle terus menyetor uang tunai dalam jumlah besar di bank secara teratur, serta membeli banyak karung kosong untuk peternakannya. Para tetangga mengaku melihat karyawannya yang bernama Lamphere, menggali lubang di sekitar peternakan. Lamphere mulai merasa cemburu dengan para pelamar Belle, sehingga suatu hari ia menentang Belle untuk menerima para pelamar. Peristiwa ini berbuntut pemecatan Lamphere pada tahun 1908.

Meskipun begitu, Lamphere terus membicarakan dan menyindirnya di depan umum, sampai Belle tidak tahan lagi dan melaporkannya ke pihak berwenang. Pada waktu yang sama, salah satu kerabat dari salah satu korbannya mulai melacak keberadaan korban dan datang ke peternakan Belle dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan. Untuk pertama kalinya, Belle berada dalam masalah besar. Dia segera pergi menemui pengacaranya untuk membuat wasiat, mengklaim bahwa Lamphere telah mengancam akan membakar peternakan dengan dia beserta keluarganya. Belle juga membayar hipoteknya, tetapi tidak benar-benar melaporkan Lamphere kepada pihak berwenang.

BELLE7

Beberapa minggu kemudian peternakan itu kebakaran dan semua orang di dalamnya tewas, termasuk anak-anaknya. Namun, mayat Belle yang hangus tidak dapat diidentifikasi, karena kepalanya telah dipenggal dan tidak pernah ditemukan. Lamphere segera ditangkap dan didakwa dengan pembakaran dan pembunuhan. Otopsi yang didukung oleh keterangan dari para tetangga dan ukuran pakaian Belle, menyimpulkan bahwa ukuran fisik tubuh yang mereka temukan tidak sesuai, dan terbukti bahwa Belle tidak mati karena kebakaran, tetapi diracun dengan strychnine.

Tak lama kemudian, mayat yang terkubur di tanah sekitar peternakan ditemukan. Kesimpulannya adalah Belle berhasil membunuh hingga 49 orang antara tahun 1896 dan 1908, termasuk anak-anaknya, dua suaminya, sekitar tiga puluh pekerja pertanian dan puluhan pelamar. Lamphere membantunya menyingkirkan para korban, tetapi tidak pernah mengakui perannya dengan kebakaran dan identitas mayat yang hangus tidak pernah diketahui. Beragam dugaan timbul, salah satunya adalah kemungkinan Belle Gunness masih hidup dan melarikan diri untuk memulai hidup baru. Melihat dari sepak terjangnya selama ini bukan tak mungkin Belle sudah merencanakan semua kejadian ini.Guinness Book of World Records bahkan mencatat Belle sebagai “pembunuh modern dengan jumlah korban terbanyak”

Source & Referensi :

Wikipedia

allthatsinteresting.com

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *